Akibat Pengaruh Cuaca dan Permintaan Tinggi, Harga Cabai di Kutim Alami Kenaikan
Ilustrasi foto (ist)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTIM : Jelang perayaan Natal dan
Tahun Baru (Nataru), harga cabai di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami
lonjakan. Cabai lokal yang sebelumnya dijual seharga Rp 65 ribu per kilogram,
kini melonjak menjadi Rp 120 ribu per kilogram.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian
(Disperindag) Kutim, Andi Nur Hadi Putra, mengatakan kenaikan harga cabai
tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pengaruh cuaca
yang tidak menentu.
"Cuaca yang tidak menentu menyebabkan produksi
cabai berkurang, sehingga stoknya menjadi menipis," kata Andi di ruang
kerjanya, Selasa (5/12/2023).
Selain itu, kenaikan harga cabai juga dipengaruhi oleh
permintaan yang tinggi menjelang Nataru. Masyarakat biasanya akan meningkatkan
konsumsi cabai untuk berbagai keperluan, seperti memasak dan membuat kue.
"Permintaan cabai meningkat menjelang Nataru,
sehingga harga juga ikut naik," ujar Andi.
Meskipun harga cabai melonjak, Andi mengatakan stok
cabai di Kutim masih aman. Stok cabai lokal masih tersedia, meskipun jumlahnya
berkurang. "Cabai impor juga tersedia, tapi harganya lebih murah di harga
90-100ribu perkilo gram," kata Andi.
Kenaikan harga cabai tentu saja berdampak bagi
masyarakat, terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah. Hal ini dapat
menyebabkan masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
"Kenaikan harga cabai tentu saja berdampak bagi masyarakat," kata Andi.
Pemerintah Kutim akan terus memantau perkembangan harga
cabai. Jika harga cabai terus melonjak, pemerintah akan mengambil langkah-langkah
untuk mengendalikannya. (adv/nan)